Thursday, July 11, 2013

artikel sukses


Menghitung BEP atau analisa titik impas membantu Anda
untuk menentukan kapankah bisnis tersebut akan
mencapai titik impasnya, dimana BEP adalah kondisi
dimana pendapatan sama dengan biaya yang
dikeluarkan.
Jika Anda bisa secara akurat memprediksikan biaya dan
penjualan, menghitung BEP hanyalah sebuah
perhitungan matematika yang sangat mudah. Sebuah
usaha mencapai titik BEP ketika total pendapatan atau
penjualan sama dengan total biayanya. Pada titik BEP,
tidak ada keuntungan yang diraih atau kerugian yang
diderita.
Mendefinisikan Biaya
Ada beberapa tipe biaya yang harus Anda perhatikan
ketika akan melakukan perhitungan BEP, yaitu:

1. Biaya tetap Biaya ini akan tetap sama berapapun
jumlah produk yang Anda hasilkan. Semua biaya awal
pendirian bisnis seperti biaya sewa tempat, asuransi,
komputer, mesin kassa, dll adalah biaya tetap karena
Anda membelinya sebelum bisnis dijalankan.

2. Biaya Variabel Biaya ini merupakan biaya berulang
yang diserap oleh setiap produk yang Anda hasilkan.
Sebagai contoh, jika Anda menjalankan usaha percetakan
dimana untuk pembuatan kartu undangan Anda
diharuskan membeli bahan kertas ke supplier seharga
1000 perlembar, maka biaya 1000 tersebut merupakan
biaya variabel. Ketika bisnis Anda tumbuh dan
berkembang, Anda bisa menjadikan biaya karyawan dan
biaya lainnya sebagai biaya variabel, jika itu memang
masuk akal bagi usaha Anda.
Menetapkan Harga
Penetapan harga sangat penting dalam menghitung BEP.
Anda tidak akan dapat memprediksi pendapatan jika
Anda tidak tahu berapa harga per unit produk yang
nantinya akan Anda jual. Harga per unit merupakan
suatu nominal yang akan Anda bebankan ke konsumen
untuk pembelian satu unit produk yang Anda jual.
Psikologi Harga
Penentuan harga merupakan proses pengambilan
keputusan yang tidak gampang. Baik dari sisi pengusaha
maupun dari sisi konsumen. Banyak sekali riset di dunia
marketing dan dunia psikologi mengenai bagaimana
persepsi konsumen terhadap suatu harga. Sebelum
menetapkan harga produk dan jasa, ada baiknya untuk
membaca buku, artikel atau review tentang strategi
harga dan psikologi harga terlebih dahulu.
Metode Harga
Ada beberapa pemikiran dan pendapat yang berbeda
mengenai bagaimana memperlakuan biaya ketika akan
menghitung BEP. Adanya perbedaan tersebut
disebabkan faktor kualitatif dan kuantitatif suatu biaya.
Jika Anda membuat produk baru yang unik, Anda bisa
menetapkan harga jual premium. Tapi jika Anda
menjalankan bisnis dalam industri yang kompetitif, Anda
harus menjaga agar harga setara dengan harga pasar
atau bahkan mungkin menawarkan diskon untuk bisa
merebut konsumen.
Satu strategi umum yang biasa digunakan adalah “cost-
based pricing” atau harga jual berdasarkan biaya,
dimana strategi ini mengharuskan Anda untuk
mengetahui biaya produksi per unit dan mengatur
nominal tambahan sebagai keuntungan atau margin
awal. Strategi ini dapat membuat Anda pusing 7 keliling
ketika ada pesaing yang bisa memproduksi dengan biaya
yang lebih rendah dan menjual lebih rendah dari harga
yang sudah Anda tetapkan.
Metode yang lain adalah “price-based costing” atau biaya
berdasarkan harga jual. Metode ini mendorong Anda
untuk menjual produk dengan harga yang mau
dibayarkan oleh konsumen (cocok digunakan jika produk
Anda mempunyai saingan produk alternatif) dan
mengatur semua biaya dibawah harga tersebut. Dengan
cara tersebut, jika Anda ingin bersaing dengan pemain
baru, Anda bisa menurunkan harga dan tetap masih
menikmati keuntungan.
Rumus Menghitung BEP
Sangat sederhana. Untuk menghitung BEP, ambil biaya
tetap, dibagi harga dikurangi biaya variabel. Persamaan
ini menghasilkan rumus BEP sbb:
BEP = biaya tetap/(harga jual perunit – biaya variabel)
Kalkulasi rumus ini akan memberitahu Anda jumlah unit
produk yang harus terjual agar mencapai titik impasnya.
Pada titik tersebut, Anda sudah menutupi semua biaya
yang terkait dengan memproduksi produk yang
dihasilkan (biaya tetap dan biaya variabelnya).
Diatas titik BEP, setiap unit tambahan yang terjual akan
meningkatkan keuntungan yag disebut dengan “unit
contribution margin” dimana didefinisikan sebagai setiap
jumlah unit yang memberikan kontribusi menutupi biaya
tetap dan meningkatkan keuntungan. Persamaan
rumusnya adalah:
Unit Contribution Margin = harga jual – biaya variabel
Gunakan persamaan-persamaan diatas dalam
spreadsheet seperti excel untuk mempermudah Anda
melakukan penyesuaian perubahan biaya dan
penyesuaian harga jual sehingga mempermudah
menghitung BEP.
Keterbatasan
Sangat penting untuk memahami hasil dari perhitungan
break even point. Contoh, jika dari hasil perhitungan,
Anda akan mencapai titik impas dengan penjualan
sebanyak 500 unit, pikirkan apakah angka tersebut
adalah angka yang masuk akal atau tidak. Jika Anda pikir
Anda tidak bisa menjual 500 unit dalam periode yang
ditentukan, mungkin ini adalah pertanda bagi Anda
untuk memikirkan kelayakan bisnis yang akan Anda
tekuni tersebut.
Sebagai alternatif, coba telaah lebih dalam semua biaya
-baik itu biaya tetap maupun biaya variabel- dan
identifikasikan bagian mana yang masih bisa dikurangi
anggaran biayanya.
Akhir kata, menghitung BEP bukanlah alat untuk
memprediksi “demand” atau permintaan. Masuk ke
pasar dengan produk yang salah atau masuk dengan
strategi harga yang salah, akan mempersulit pencapaian
titik impas atau break even poin (BEP).

Posted via dion