Jangan Pernah Hidup Dalam Masa
Lalu Yang Kelam
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau
di bawah payung gelap masa silam.Selamatkan diri Anda
dari bayangan masa lalu!Apakah Anda ingin
mengembalikan air sungai ke hulu, matahari
ketempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu
ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak
mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu,
keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya,
keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan
kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang
sangat naif, ironis, memprihatinkan,dan sekaligus
menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan
memupuskan masadepan, mengendurkan semangat, dan
menyia-nyiakan waktu yang sangatberharga. Dalam al-
Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu
kaumdan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah
selalu mengatakan, “Itu
adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara
habis, maka selesaipula urusannya. Dan tak ada gunanya
mengurai kembali bangkai zamandan memutar kembali
roda sejarah.
Jika kamu berada di
pagi hari, janganlah menunggu sore tiba.inilah yang akan
Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu
dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga
bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat
ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya
menyapa Anda inilah hari Anda. Umur Anda, mungkin
tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup
Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan
hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup
Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan
keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan
bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan
acapkali menakutkan Aku hanya akan hidup hari ini,
maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang
telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti
mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi
kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku
termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah
meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali
lagi.”
“Hari ini milik Anda”, adalah ungkapan yang paling indah
dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang
menginginkan kehidupan yang paling indah dan
menyenangkan.
{Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu
nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia
memberikan itu semata-mata) karena mencari
keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia
benar-benar mendapat kepuasan.}
(QS. Al-Lail: 19-21)
Wednesday, May 22, 2013
Jangan hidup dalam masa lalu yang kelam
Nasehat bijak dan kata mutiara
Sebesar-besarnya masa
lalumu, masih jauh lebih besar masa depanmu. Sebesar-
besarnya masalahmu, masih jauh lebih besar Tuhan-mu
Jangan berlari pada masa lalu hanya karna kamu
merindukannya. Jika ia benar-benar layak, ia takkan
berada di belakangmu, tapi di sampingmu.
Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa
mengubah masa depan dengan belajar dari masa lalu.
Sebaik atau seburuk apapun masa lalu seseorang, semua
itu sudah berlalu & mereka sudah tidak tinggal disana
lagi.
Menjadi orang yang lebih baik bukan berarti menjadi
orang yang sempurna. Dengan belajar dari kesalahanmu,
kau sudah selangkah lebih maju dari masa lalumu.
Tak ada kata terlambat untuk berubah. Kesalahan
apapun yang kamu buat di masa lalu, kamu bisa menjadi
seseorang yang baru hari ini.
Berhentilah menyalahkan masa lalu, cobalah untuk
menerima & memahami bahwa mereka hanya buatmu
lebih kuat saat ini.
Hanya karena seseorang punya kesalahan di masa lalu,
tak berarti semua yang dia lakukan saat ini selalu salah
dimatamu.
Bukan karna masih tenggelam dalam masa lalu, hanya
saja bayangnya yang masih mengganggu.
Jangan berpikir kamu tak mampu melupakan masa lalu.
Tutup pintu masa lalumu, karena Tuhan selalu buka pintu
masa depanmu.
Jangan pernah menyesali masa lalumu, segala sesuatu
terjadi untuk membuatmu menjadi pribadi yang lebih
baik.
Segeralah beranjak dari masa lalu menuju masa depan,
dengan semangat dan harapan baru, patahkan semua
keraguan.
Tak peduli seberapa buruknya masa lalumu, melihat ke
belakang tak akan mengubah apa pun.
Jangan terlalu memikirkan masa lalu, tak ada yang bisa
kamu lakukan tuk mengubahnya. Berikan terbaik hari
ini, tuk masa depan yg lebih baik!
Cintai dirimu. Seburuk apapun masa lalumu, karena hari
ini kamu memulai sesuatu yang baru, yang terbaik
darimu untuk masa depanmu.
Jangan musuhi masa lalu, seburuk apapun itu.
Berdamailah dengan masa lalu, agar ia tidak
mengganggu masa depan.
Terkadang, sulit bagi seseorang tuk memaafkanmu,
karena apa yg telah kamu lakukan di masa lalu, masih
kamu lakukan ada saat ini.
Jangan buang waktumu
dengan orang yang hanya mengingat kejelekan masa
lalumu. Jika dia tak mampu lupakan masa lalumu,
lupakan mereka.
Berhenti menyesali masa lalumu, mereka telah berlalu.
Yang penting adalah saat ini, jangan sampai kesalahan
yang sama terulangi.
Terkadang, lebih baik meninggalkan dia yang meski selalu
menemani setiap harimu, namun hatinya masih berada di
masa lalu..
Belajarlah untuk melepas masa lalu agar tidak menjadi
penghalang di masa depan, walaupun masa lalu itu sulit
dilupakan.
Tak perlu sesali kesalahan masa lalu, karena kamu tak
akan bisa mengulanginya. Berusahalah untuk tidak
mengulangi kesalahan yang sama.
Jangan melihat masa lalu lebih baik dari yang
seharusnya, karena akan membuatmu melihat saat ini
lebih buruk dari yang sebenarnya.
Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah
sebuah awal yang buruk, namun kamu bisa membuat
akhir yg indah, mulai saat ini!
Selama kamu punya kenangan, masa lalu tak akan
mampu kamu lupakan. Namun selama kamu punya
teman, saat ini pasti menyenangkan.
Melihat ke belakang memberimu penyesalan. Melihat ke
depan memberimu harapan.
Harapan selalu untuk yang indah dan menyenangkan
membutakan hati akan kenyataan.
Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Tuhan, kamu
tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah
padaNya.
Selalu ada harapan, bagi mereka yang berdoa. Selalu ada
jalan, bagi mereka yang meminta.
Apa yg kita dengar & lihat tidak selalu apa yang benar.
Karena itu harapan yang lebih besar dari kepercayaan
hanya akan membawa kekecewaan.
Jangan pernah berhenti berharap, karena orang yang
tidak berhenti berharap tidak akan berhenti berusaha
untuk mencapai harapannya.
Dengan diam, kamu tak hanya bisa kehilangan mimpimu,
tapi juga telah menguburnya dalam-dalam.
Jangan pernah mengeluh, Tuhan telah berikan segala
yang kamu butuhkan untuk meraih mimpimu. Percaya,
Dia punya rencana besar untukmu.
Apapun masalah yang kamu hadapi hari ini, tetaplah
bersyukur
Jangan habiskan waktumu memimpikan sesuatu yang tak
mungkin terjadi ketika kamu bisa bangun dan membuat
sesuatu terjadi.
Doaku hari ini: Tuhan, beri aku kesehatan dan kekuatan,
agar aku bisa membantu mewujudkan mimpi orang-orang
disekitarku.
Apapun mimpimu, luangkan waktu selalu untuk berdoa
dan memastikan mimpimu sejalan dengan kehendak
Tuhan.
Ketika mimpimu belum juga terwujud, ketahuilah bahwa
itu karena kamu belum temukan jalannya. Percayalah,
Tuhan hanya menundanya.
Pusatkan lebih banyak perhatian Anda pada keinginan
dan bukan pada keraguan, maka mimpi Anda akan
mencari jalannya sendiri
Anda tidak pernah diberi mimpi tanpa diberi kekuatan
untuk mewujudkannya. Anda hanya perlu bekerja
Jgn menyesali jika tdk prnh menghargai. Jangan
membenci jika tidak pernah memahami. Jangan
menghakimi jika tidak pernah mengalami sendiri.
Pribadi baik tidak pernah berlama-lama menyesali
kesalahan, tetapi bersegera memperbaiki sikap yang
menyebabkannya.
Jangan menunda sebuah pekerjaan, lebih baik menyesali
apa yang kamu kerjakan, daripada menyesali apa yang
tak pernah kamu kerjakan.
Lakukanlah jika memang kamu bisa. Karena kamu akan
menyesal ketika kamu tidak melakukan apa yang
seharusnya kamu lakukan.
Jangan permainkan dia yg sudah berbuat baik padamu.
Karena dia pasti pergi, takkan kembali, dan kamu akan
menyesal nanti.
Berhenti terus menyesali apa yg telah terjadi. mereka
terjadi karena sebuah alasan, apapun itu telah jadikan
dirimu saat ini.
Jangan pernah menyesali apapun yang kamu lakukan
dengan keikhlasan hati, sesuatu yang datang dari hati
akan selalu berarti.
Buruk sangka hanya akan membuat malu, menyesal dan
merasa bersalah karena dugaan yang disampaikan jauh
dari kebenaran.
Setiap wanita berhak dapatkan seorang pria yang mampu
membuat mantannya menyesal karena telah melepaskan
wanita sebaik dia.
Pribadi baik tidak pernah berlama-lama menyesali
kesalahan, tetapi bersegera memperbaiki sikap ygan
menyebabkannya.
Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk
bila menyesali yang sudah berlalu dan mengkhawatirkan
yang akan datang.
Kemarahan hanya akan berujung penyesalan. Tahan
amarah agar kamu terhindar dari masalah yg sebetulnya
tidak perlu.
Penyesalah hanya akan membuang waktumu. Tetap
semangat dan berpikir positif.
Lakukan yang terbaik sekarang. Karena akan lebih buruk
bila menyesali yang sudah berlalu dan mengkhawatirkan
yang akan datang.
Jangan takut mencoba. Kamu mungkin menyesal apa
yang telah kamu lakukan, namun kamu akan lebih
menyesal apa yang tak kamu lakukan.
Lakukanlah jika memang kamu bisa. Karena kamu akan
menyesal ketika kamu tidak melakukan apa yang
seharusnya kamu lakukan.
Cinta dan sahabat
Cerpen Tentang Persahabatan dan Cinta
Ngomongin tentang sahabat dan cinta adalah dua hal yang tak pernah lepas dari kehidupan kita.
Tapi gimana jadinya kalo harus memilih diantara sahabat atau cinta, pastinya jadi pilihan yang
sulit buat kita. Seperti sebuah Cerita pendek Tentang Persahabatan dan Cinta yang bakal gue
hadirkan disini.
Buat sobat dan kamu-kamu semuanya yang suka cerpen dan mungkin suka dengan kata cinta dan
persahabatan, silahkan langsung aja cerita pendek cinta dan persahabatan berikut:
" Antara Sahabat dan Cinta "
(By: Anik Wikantari)
Sahabat dan Cinta, dua hal yang kadang membingungkan dan terkadang menyenangkan. Sahabat
dan Cinta tak bisa terlepas dari kehidupan kita. Sahabat adalah segalanya sedangkan Cinta
adalah anugrah. Sahabat dan Cinta dapat memberi warna dan kebahagiaan dalam kehidupan kita,
namun bagaimana jadinya jika kita harus memilih di antara sahabat atau cinta yang membuat
kita susah dan bingung?, tentu sulit untuk menentukan. Namun kita harus bisa menentukan salah
satunya. Itulah yang kini di rasakan oleh Cinta Rahma Putri.
Cinta begitu ia biasa di sapa, merupakan orang yang sulit untuk jatuh cinta. Hari-harinya selalu ia
habiskan bersama sahabatnya Ita dan Aira. Cinta, Ita, dan Aira sudah bersahabat sejak mereka
masih kecil hingga sekarang. Beda dengan Cinta, Ita dan Aira sangat mudah untuk jatuh cinta,
terutama Aira. Ia paling sering gonta-ganti pacar, hingga ia mendapat julukan Playgirl.
Sebenarnya banyak lelaki yang ingin menjadi kekasih Cinta, namun selalu saja ditolak olehnya,
berbagai alasan dilontarkan dari bibir manisnya mengapa ia tak ingin memiliki seorang kekasih.
***
Pagi ini seperti biasa Cinta dan ke dua sahabatnya Ita dan Aira pergi ke sekolah. Mereka
bersekolah disalah satu SMA ternama di Bandung. Jarak sekolah mereka tidak terlalu jauh dari
rumahnya, maka tidak heran kalau mereka selalu jalan kaki jika berangkat maupun pulang
sekolah. Tak butuh waktu lama Cinta, Ita dan Aira sampai di sekolah mereka.
Dengan santai Cinta, Ita, dan Aira berjalan melewati satu-persatu koridor sekolahnya. Semua
mata tertuju pada mereka bertiga. Memang Cinta, Ita dan Aira merupakan idola sekolah.
Penampilan yang modis dan prestasi yang memumpuni membuat mereka dikenal oleh semua siswa,
terutama siswa laki-laki.
Sesampai di kelas, mereka langsung duduk dan menaruh tas mereka. Ita dan Aira duduk bersama
sedangkan Cinta hanya sendiri.
"Cin, Aira kalian sudah ngerjain tugasnya Pak Roby belum?" tanya Ita seraya menaruh tasnya.
"Gue sih tenang semuanya sudah gue kerjain." jawab Aira bangga.
"Hah ada tugas ya?, emang kapan Pak Roby ngasih tugas? yang mana tugasnya?, kok gue gak di
kasih tau?" bertubi-tubi pertanyaan dilontarkan Cinta kepada Ita dan Aira.
"Kalo nanya satu-satu neng jangan main nyrobot!" ujar Ita kesal.
"Ya, habis kalian gak ada ngasih tau, terus gue gimana nih? gue kan belum buat tugasnya bentar
lagikan bel. Ahhh Ita, Aira gue harus gimana?" ujar Cinta bingung.
"Santai aja kali, nih salin tugas gue aja!" ujar Aira sembari memberikan buku tugasnya kepada
Cinta.
"Makasih ya Ra, lo emang sahabat gue paling cantik dan paling baik deh."ujarnya memuji Aira.
"Gue nggak nih?" ujar Ita sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Hehe, lo juga kok, pokoknya kalian berdua emang sahabat terbaik gue deh." Cinta pun memeluk
ke dua sahabatnya.
"Ya udah kalo gitu gak usah banyak omong, cepet selesaiin tugasnya ntar keburu gurunya datang!"
ujar Ita seraya melepas pelukannya.
"Iya iya nih sekarang gue lagi nyalin." kata cinta.
***
Cinta mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa, ditambah bel yang telah berbunyi membuatnya
semakin mempercepat gerakan tangannnya untuk menulis. Tak perduli akan kedatangan wali
kelasnya yang membawa murid baru.
"Pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Reza silahkan perkenalkan diri kamu!"
sapa guru tersebut sambil memperkenalkan Reza.
"Pagi semua, perkenalkan nama saya Reza Prasetya, kalian bisa memanggil saya Reza. Saya
pindahan dari jakarta, sekian perkenalan dari saya, saya harap bisa berteman baik dengan kalian
semua." ujarnya memperkenalkan diri.
Seketika keadaan kelas menjadi riuh setelah Reza memperkenalkan dirinya.
"Duh, ngapain juga sih triak-triak ganggu konsentrasi gue aja." gumam Cinta yang masih fokus
menyalin tugasnya.
"Baik Reza silahkan kamu duduk di sebelah Cinta!" perintah guru tersebut, lalu keluar dari kelas.
Reza berjalan menuju tempat duduk Cinta. Cinta masih tak mengetahui keberadaan Reza yang
sedari tadi duduk di sebelahnya. Ia masih saja fokus dengan kerjaannya. Karena merasa bosan
Reza pun mencoba mengenalkan dirinya pada Cinta.
"Hay, lo Cintakan? kenalin gue Reza." ujarnya sambil mengulurkan tangannya, namun tak ada
jawaban dari Cinta.
Ita dan Aira yang memperhatikan Cinta tak perduli akan keberadaan Reza mengambil buku yang
sedang ia tulis, sontak hal itu membuat Cinta marah pada ke dua sahabatnya itu.
"Ih Ita, Aira lo berdua ya gu,,," ujarnya terpotong karena melihat seseorang telah duduk di
sampingnya.
"Heh sejak kapan lo duduk disini? Siapa juga yang ngijinin lo duduk disini?" pekiknya.
Belum sempat Reza menjawab, sudah didahului oleh Ita dan Aira.
"Hello, Cinta ku sayang dia mah udah dari tadi duduk sama lo, lo nya aja yang gak tau." ujar Aira
dengan manjanya.
"Iya kali Cin, lo nya aja yang gak nyadar, dari tadi dia sudah ngajakin lo kenalan tapi lo nya malah
nyuekin dia." sambung Ita.
"Oh gitu ya, sory deh gue gak tau."ujar Cinta ketus.
"Gak apa kok, oh ya gue Reza." Reza kembali mengulurkan tangannya.
"Cinta,,,!" balasnya ketus.
***
Selama pelajaran Cinta tak memperdulikan keberadaan Reza, kedua sahabatnya yang melihat pun
hanya bisa mengangkat bahunya pertanda tak mengerti. Lama berkutat dengan pelajaran yang
membuat bosan bel pun berbunyi. Semua siswa berhamburan ke kantin untuk mengisi perut
mereka yang sudah kelaparan. Tak terkecuali dengan Cinta dan kedua sahabatnya, mereka
segera pergi menuju kantin setelah bel berbunyi.
"Cinta lo kenapa sih diemin Reza mulu?, kasian tau orangnya!" tegur Ita saat mereka berada di
kantin.
"Males aja gue duduk sama orang yang ngebosenin." ujarnya tak bersemangat.
"Ngebosenin dari mananya? yang ada Reza mah asik, keren, dan tentunya ganteng. Yaaa kalo lo
gak mau duduk sama dia biar gue aja yang duduk bareng dia, biar bisa gue jadiin gebetan gitu."
ujar Aira yang berbinar-binar.
"Yeee lo mah gak bisa liat cowok ganteng dikit langsung kecantol, pacar-pacar lo mau lo apain?
Anak orang lo mainin!" Ita yang jengkel akan sikap Aira pun menoyor kepala sahabatnya.
"Bisa gak kalo ngebahas soal cowok gak di depan gue males tau, buat lo ya Ra, kalo lo mau
duduk sama dia silahkan aja, biar gue duduk sama Ita." usul Cinta.
"Gue mah mau-mau aja, kapan nih pindahnya?" tanya Ita sambil menyantap makanannya.
"Habis bel ini kita pindah." ujar Cinta dan Aira kompak.
"Aiiissshhh kompakan lo berdua, ya sudah ntar kita pindah." Ita pun pergi meninggalkan kantin.
"Woiii makanan lo udah di bayar?" ujar Aira sedikit berteriak karena Ita sudah menjauh.
"Lo aja yang bayarin! gue belum bayar." Ita hanya cengengesan dan segera lari meninggalkan
kedua sahabatnya.
"Tu anak kebiasaan banget sih." gerutu Aira kesal.
"Gue juga ya, bayarin makanan gue!" ujar Cinta yang pergi menyusul Ita.
"Ita, Cinta lo berdua ya, bokek deh gue hari ini." Aira pun membayar kedua makanan sahabatnya.
***
Aira kembali ke kelasnya dengan kesal. Ketika ia memasuki kelas, terlihat Reza yang juga
memasuki kelas. Reza melempar senyuman pada Aira, sontak wajah Aira menjadi merah karena
malu. Cinta dan Ita yang melihatnya langsung menyoraki Aira, sedangkan Aira hanya tersipu malu
dan kembali berjalan menuju tempat duduknya. Seperti perjanjian di kantin, Aira dan Cinta
bertukar tempat duduk, namun ketika Cinta hendak mengambil tasnya terasa ada yang menahan
tangannya.
"Mau kemana, bolos?" tanya Reza yang masih memegang tangan Cinta.
"Bukan urusan lo, yuk Ra." ujarnya ketus seraya menepis tangan Reza.
Reza masih tak mengerti dengan sikap Cinta yang dikiranya akan bolos. Namun ia bingung
melihat Cinta berjalan menuju bangku Aira.
"Ngapain lo duduk di situ, terus gue sama siapa?" cetus Reza
"Kan ada Aira." Cinta pun berjalan menuju tempat duduk Aira.
Reza hanya bisa pasrah melihat Aira yang duduk di sampingnya. Sejujurnya ia sangat tak
menginginkan jika harus duduk dengan Aira, namun karena Cinta yang minta ya sudah.
Waktu yang ditunggu-tunggu datang, bel pulang berbunyi. Ada sedikit kelegaan yang dirasakan
Reza, karena bisa terbebas dari Aira. Reza segera menuju parkiran dan mengambil motornya, lalu
melajukannya dengan santai. Di depan gerbang terlihat Cinta dan sahabat-sahabatnya sedang
berjalan sambil bercanda. Reza segera menghentikan motornya dan menawarkan kepada Cinta
untuk pulang bersama. Terlihat wajah Aira yang cemburu, namun dengan segera Cinta menolak
tawaran Reza karena tak enak dengan Aira.
"Kenapa lo tolak?" ketus Aira.
"Udah bagus gue tolak jadi lo gak usah cemburu, lo kira gue suka gitu jalan sama anak baru?"
Cinta melanjutkan jalannya disusul ke dua sahabatnya.
"Hehehe bagus deh. Gue kira lo suka sama dia."
"Mana mungkin gue suka sama gebetan sahabat gue."
"Apalagi gue." Ita yang sedari tadi diam pun angkat bicara.
"Nah gitu dong, SAHABAT?" Aira mengacungkan kelingkingnya, lalu disambut kelingking Cinta dan
Ita.
*****
Sudah 2 bulan Reza bersekolah dengan Cinta dan sahabat-sahabatnya, selama itu pula Cinta, Ita,
dan Aira mulai dekat dengan Reza. Bisa dibilang Cinta mulai menyukai Reza, namun semua ia
pendam karena tau bahwa Aira sudah menyukai Reza sejak dulu. Ditambah Ita yang juga mulai
menyukai Reza semenjak mereka pernah satu kelompok belajar. Semua membuat Cinta bingung
apakah dia harus bercerita atau memendamnya, dan Cinta pun memutuskan untuk memendam
rasanya, karena tak ingin persahabatan mereka hancur.
"Cin, menurut lo Reza suka gak sama gue?" tanya Ita saat mereka berada di taman sekolah,
kebetulan Aira tak ada di sana dan ia masih ada di kantin.
DEG!!!! Cinta kaget akan pertanyaan Ita, namun sebisa mungkin ia menjawabnya dengan tenang.
"Gue sih gak tau, tanya aja dari pada lo penasaran! Oh ya Aira udah tau kalau lo juga suka sama
Reza?"Cinta sedikit menurunkan volume suaranya.
"Ja,, jadi lo juga suka sama Reza?" tanya Aira yang tiba-tiba datang.
"Aira!" pekik Cinta dan Ita.
"See,, se,,, sejak kapan lll,,, lo di situ?" tanya Ita terbata-bata.
"Lo gak perlu tau sejak kapan gue ada disini, gue sudah tau dan denger semua, ngaku aja deh lo,
kalo lo suka sama Reza kan Ta? Waktu itu lo bilang gak akan suka sama gebetan sahabat lo, tapi
sekarang apa? Lo malah nusuk gue dari belakang! Dan lo Cinta, kenapa lo gak cerita kalo Ita
juga suka sama Reza hah? Sahabat macam apa kalian?" bentak Aira disertai air mata yang terus
mengalir dari kelopak matanya.
"Ra, ijinin gue buat jelasin semua, jangan salah paham dulu!" Cinta berusaha menenangkan Aira,
sedangkan Ita hanya bisa menunduk tak berani menatap ke dua sahabatnya.
"Salah paham apa lagi hah? Jelas-jelas lo berdua udah nusuk gue dari belakang, gue gak nyangka
sama lo berdua, sahabat yang gue percaya ternyata nusuk gue dari belakang!" ujar Aira seraya
berjalan meninggalkan Ita dan Cinta.
"Maafin gue, karena gue semua jadi kayak gini." ujar Ita lirih sambil berlalu meninggalkan Cinta.
*****
Kejadian di taman minggu lalu membuat persahabatan Cinta, Aira, dan Ita mulai retak, tak ada
candaan, tak ada tawa mereka seperti dulu. Jangankan untuk bercanda, menyapa saja mereka
sudah jarang. Cinta sangat merasa bersalah atas kejadian itu. Di satu sisi ia menginginkan
persahabatannya seperti dulu, namun di sisi lain ia juga tak bisa memungkiri perasaannya. Kali ini
ia mengajak ke dua sahabatnya ke taman sekolah. Di mana tempat itu yang menjadi saksi
retaknya persahabatan mereka. Meskipun awalnya Ita dan Aira menolak, namun karena terus
dipaksa mereka pun mengikuti langkah Cinta. HENING! itulah yang terjadi ketika mereka sampai
di taman itu.
"Sebenernya lo mau ngomong apa sih? To the point aja!" ujar Aira memecah keheningan.
"Mmmmm, gue mau jelasin sesuatu." ujar Cinta sambil menatap kedua sahabatnya.
"Sejujurnya gue juga suka sama Reza, tapi gue tau kalo kalian berdua juga suka sama dia.
Makanya gue diem dan gak mau persahabatan kita hancur hanya gara-gara cowok, apalagi
semenjak kejadian minggu lalu. Gue sadar kalo apa yang gue lakuin ini salah tapi gue juga gak
mau kalo kita diem-dieman terus. Dan gue udah bertekad buat lupain Reza, sekarang terserah
kalian mau nganggap gue kayak apa, yang pentig gue udah jelasin semuanya." jelas Cinta,
sedangkan Ita dan Aira masih menganga tak percaya dengan ucapan Cinta.
***
Keheningan kembali terjadi setelah Cinta menjelaskan semuanya. Tak ada yang protes, tak ada
yang angkat bicara hingga keadaan semakin hening. Namun tak lama ada seseorang yang
mengagetkan mereka. REZA, ya dialah orangnya.
"Mau ngapain lo?" ketus Aira dan Ita.
"Gue mau ngomong penting sama Cinta. Cin kita bisa ngomong bentarkan?" Reza menarik tangan
Cinta, namun Cinta masih berdiri mematung.
"Ngomong disini aja! Kalo nggak, gue gak bakal mau." ujar Cinta dingin.
Reza menghembuskan nafasnya lalu kembali menatap Cinta.
"Sejujurnya gue suka sama lo, awalnya gue ragu kalo lo bakal suka sama gue, tapi setelah denger
ucapan lo tadi gu,,," ujar Reza terpotong.
"Jangan bilang kalo dari tadi lo nguping pembicaraan gue sama sahabat gue?" ujar Cinta berusaha
menebak.
"Sebenernya dari tadi gue sudah ada disini dan gue juga denger semua pembicaraan lo. Jadi itu
membuat gue yakin kalo lo juga suka sama gue, gue harap lo mau jadi pacar gue!" ujar Reza
serius sambil menatap lekat mata Cinta.
Aira dan Ita hanya terperangah mendengar penuturan Reza, mereka melirik ke arah Cinta dan
menantikan jawaban dari Cinta.
"Awalnya gue emang benci sama lo, dan lama-lama gue suka sama lo. Tapi sory gue gak bisa
nerima lo, gue gak mau kalo persahabatan gue jadi tambah berantakan hanya gara-gara gue
menjalin hubungan sama lo. Gue harap lo bisa nerima keputusan gue!" ujar Cinta tegas dan
membuat kedua sahabatnya menganga tak percaya.
"Ok, kalo itu yang terbaik buat lo" Reza berlalu dari hadapan Cinta dan sahabatnya dengan
perasaan kecewa.
"Kenapa lo tolak?" tanya Ita tak percaya.
"Daripada ntar gue dicap penghianat dan gak sahabatan lagi cuma gara-gara cowok mending gue
tolak, toh masih banyak cowok diluar sana." jawab Cinta santai.
"Lo gak nyesel gitu? Dia kan cinta pertama lo, tapi,,," ujar Aira menggantung.
"Gak ada kata nyesel buat gue kalo semuanya demi sahabat-sahabat gue, kalo cowok masih bisa
dicari, tapi kalo sahabat? Kan belum tentu kita dapetin dengan mudah" ujar Cinta bijak.
"Kalo lo bisa nglupain dan ngerelain cinta pertama lo demi sahabat-sahabat lo ini, kenapa gue
nggak? Gue bakal lupain Reza dan nyari yang lain." timpal Aira.
"Gue juga." sambung Ita.
"Yeee, elo mah ikut-ikutan aja, jadi gimana?" Aira mengangkat kelingkingnya, Cinta dan Ita
berpandangan, detik kemudian mereka ikut menautkan kelingkingnya.
"SAHABAT......... SELAMANYA....!!!" ujar mereka bertiga di tengah taman.
*** END ***
Terkadang cinta emang bisa menghacurkan sebuah persahabatan, jadi mungkin itu yang terbaik.
Kira-kira kalo kamu suruh milih antara sahabat dan cinta, sobat pilih yang mana? Semoga Cerpen
Tentang Persahabatan dan Cinta diatas bisa jadi inspirasi dan bermanfaat. Salam cinta dan
persahabatan.