Cerpen Tentang Persahabatan dan Cinta
Ngomongin tentang sahabat dan cinta adalah dua hal yang tak pernah lepas dari kehidupan kita.
Tapi gimana jadinya kalo harus memilih diantara sahabat atau cinta, pastinya jadi pilihan yang
sulit buat kita. Seperti sebuah Cerita pendek Tentang Persahabatan dan Cinta yang bakal gue
hadirkan disini.
Buat sobat dan kamu-kamu semuanya yang suka cerpen dan mungkin suka dengan kata cinta dan
persahabatan, silahkan langsung aja cerita pendek cinta dan persahabatan berikut:
" Antara Sahabat dan Cinta "
(By: Anik Wikantari)
Sahabat dan Cinta, dua hal yang kadang membingungkan dan terkadang menyenangkan. Sahabat
dan Cinta tak bisa terlepas dari kehidupan kita. Sahabat adalah segalanya sedangkan Cinta
adalah anugrah. Sahabat dan Cinta dapat memberi warna dan kebahagiaan dalam kehidupan kita,
namun bagaimana jadinya jika kita harus memilih di antara sahabat atau cinta yang membuat
kita susah dan bingung?, tentu sulit untuk menentukan. Namun kita harus bisa menentukan salah
satunya. Itulah yang kini di rasakan oleh Cinta Rahma Putri.
Cinta begitu ia biasa di sapa, merupakan orang yang sulit untuk jatuh cinta. Hari-harinya selalu ia
habiskan bersama sahabatnya Ita dan Aira. Cinta, Ita, dan Aira sudah bersahabat sejak mereka
masih kecil hingga sekarang. Beda dengan Cinta, Ita dan Aira sangat mudah untuk jatuh cinta,
terutama Aira. Ia paling sering gonta-ganti pacar, hingga ia mendapat julukan Playgirl.
Sebenarnya banyak lelaki yang ingin menjadi kekasih Cinta, namun selalu saja ditolak olehnya,
berbagai alasan dilontarkan dari bibir manisnya mengapa ia tak ingin memiliki seorang kekasih.
***
Pagi ini seperti biasa Cinta dan ke dua sahabatnya Ita dan Aira pergi ke sekolah. Mereka
bersekolah disalah satu SMA ternama di Bandung. Jarak sekolah mereka tidak terlalu jauh dari
rumahnya, maka tidak heran kalau mereka selalu jalan kaki jika berangkat maupun pulang
sekolah. Tak butuh waktu lama Cinta, Ita dan Aira sampai di sekolah mereka.
Dengan santai Cinta, Ita, dan Aira berjalan melewati satu-persatu koridor sekolahnya. Semua
mata tertuju pada mereka bertiga. Memang Cinta, Ita dan Aira merupakan idola sekolah.
Penampilan yang modis dan prestasi yang memumpuni membuat mereka dikenal oleh semua siswa,
terutama siswa laki-laki.
Sesampai di kelas, mereka langsung duduk dan menaruh tas mereka. Ita dan Aira duduk bersama
sedangkan Cinta hanya sendiri.
"Cin, Aira kalian sudah ngerjain tugasnya Pak Roby belum?" tanya Ita seraya menaruh tasnya.
"Gue sih tenang semuanya sudah gue kerjain." jawab Aira bangga.
"Hah ada tugas ya?, emang kapan Pak Roby ngasih tugas? yang mana tugasnya?, kok gue gak di
kasih tau?" bertubi-tubi pertanyaan dilontarkan Cinta kepada Ita dan Aira.
"Kalo nanya satu-satu neng jangan main nyrobot!" ujar Ita kesal.
"Ya, habis kalian gak ada ngasih tau, terus gue gimana nih? gue kan belum buat tugasnya bentar
lagikan bel. Ahhh Ita, Aira gue harus gimana?" ujar Cinta bingung.
"Santai aja kali, nih salin tugas gue aja!" ujar Aira sembari memberikan buku tugasnya kepada
Cinta.
"Makasih ya Ra, lo emang sahabat gue paling cantik dan paling baik deh."ujarnya memuji Aira.
"Gue nggak nih?" ujar Ita sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Hehe, lo juga kok, pokoknya kalian berdua emang sahabat terbaik gue deh." Cinta pun memeluk
ke dua sahabatnya.
"Ya udah kalo gitu gak usah banyak omong, cepet selesaiin tugasnya ntar keburu gurunya datang!"
ujar Ita seraya melepas pelukannya.
"Iya iya nih sekarang gue lagi nyalin." kata cinta.
***
Cinta mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa, ditambah bel yang telah berbunyi membuatnya
semakin mempercepat gerakan tangannnya untuk menulis. Tak perduli akan kedatangan wali
kelasnya yang membawa murid baru.
"Pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Reza silahkan perkenalkan diri kamu!"
sapa guru tersebut sambil memperkenalkan Reza.
"Pagi semua, perkenalkan nama saya Reza Prasetya, kalian bisa memanggil saya Reza. Saya
pindahan dari jakarta, sekian perkenalan dari saya, saya harap bisa berteman baik dengan kalian
semua." ujarnya memperkenalkan diri.
Seketika keadaan kelas menjadi riuh setelah Reza memperkenalkan dirinya.
"Duh, ngapain juga sih triak-triak ganggu konsentrasi gue aja." gumam Cinta yang masih fokus
menyalin tugasnya.
"Baik Reza silahkan kamu duduk di sebelah Cinta!" perintah guru tersebut, lalu keluar dari kelas.
Reza berjalan menuju tempat duduk Cinta. Cinta masih tak mengetahui keberadaan Reza yang
sedari tadi duduk di sebelahnya. Ia masih saja fokus dengan kerjaannya. Karena merasa bosan
Reza pun mencoba mengenalkan dirinya pada Cinta.
"Hay, lo Cintakan? kenalin gue Reza." ujarnya sambil mengulurkan tangannya, namun tak ada
jawaban dari Cinta.
Ita dan Aira yang memperhatikan Cinta tak perduli akan keberadaan Reza mengambil buku yang
sedang ia tulis, sontak hal itu membuat Cinta marah pada ke dua sahabatnya itu.
"Ih Ita, Aira lo berdua ya gu,,," ujarnya terpotong karena melihat seseorang telah duduk di
sampingnya.
"Heh sejak kapan lo duduk disini? Siapa juga yang ngijinin lo duduk disini?" pekiknya.
Belum sempat Reza menjawab, sudah didahului oleh Ita dan Aira.
"Hello, Cinta ku sayang dia mah udah dari tadi duduk sama lo, lo nya aja yang gak tau." ujar Aira
dengan manjanya.
"Iya kali Cin, lo nya aja yang gak nyadar, dari tadi dia sudah ngajakin lo kenalan tapi lo nya malah
nyuekin dia." sambung Ita.
"Oh gitu ya, sory deh gue gak tau."ujar Cinta ketus.
"Gak apa kok, oh ya gue Reza." Reza kembali mengulurkan tangannya.
"Cinta,,,!" balasnya ketus.
***
Selama pelajaran Cinta tak memperdulikan keberadaan Reza, kedua sahabatnya yang melihat pun
hanya bisa mengangkat bahunya pertanda tak mengerti. Lama berkutat dengan pelajaran yang
membuat bosan bel pun berbunyi. Semua siswa berhamburan ke kantin untuk mengisi perut
mereka yang sudah kelaparan. Tak terkecuali dengan Cinta dan kedua sahabatnya, mereka
segera pergi menuju kantin setelah bel berbunyi.
"Cinta lo kenapa sih diemin Reza mulu?, kasian tau orangnya!" tegur Ita saat mereka berada di
kantin.
"Males aja gue duduk sama orang yang ngebosenin." ujarnya tak bersemangat.
"Ngebosenin dari mananya? yang ada Reza mah asik, keren, dan tentunya ganteng. Yaaa kalo lo
gak mau duduk sama dia biar gue aja yang duduk bareng dia, biar bisa gue jadiin gebetan gitu."
ujar Aira yang berbinar-binar.
"Yeee lo mah gak bisa liat cowok ganteng dikit langsung kecantol, pacar-pacar lo mau lo apain?
Anak orang lo mainin!" Ita yang jengkel akan sikap Aira pun menoyor kepala sahabatnya.
"Bisa gak kalo ngebahas soal cowok gak di depan gue males tau, buat lo ya Ra, kalo lo mau
duduk sama dia silahkan aja, biar gue duduk sama Ita." usul Cinta.
"Gue mah mau-mau aja, kapan nih pindahnya?" tanya Ita sambil menyantap makanannya.
"Habis bel ini kita pindah." ujar Cinta dan Aira kompak.
"Aiiissshhh kompakan lo berdua, ya sudah ntar kita pindah." Ita pun pergi meninggalkan kantin.
"Woiii makanan lo udah di bayar?" ujar Aira sedikit berteriak karena Ita sudah menjauh.
"Lo aja yang bayarin! gue belum bayar." Ita hanya cengengesan dan segera lari meninggalkan
kedua sahabatnya.
"Tu anak kebiasaan banget sih." gerutu Aira kesal.
"Gue juga ya, bayarin makanan gue!" ujar Cinta yang pergi menyusul Ita.
"Ita, Cinta lo berdua ya, bokek deh gue hari ini." Aira pun membayar kedua makanan sahabatnya.
***
Aira kembali ke kelasnya dengan kesal. Ketika ia memasuki kelas, terlihat Reza yang juga
memasuki kelas. Reza melempar senyuman pada Aira, sontak wajah Aira menjadi merah karena
malu. Cinta dan Ita yang melihatnya langsung menyoraki Aira, sedangkan Aira hanya tersipu malu
dan kembali berjalan menuju tempat duduknya. Seperti perjanjian di kantin, Aira dan Cinta
bertukar tempat duduk, namun ketika Cinta hendak mengambil tasnya terasa ada yang menahan
tangannya.
"Mau kemana, bolos?" tanya Reza yang masih memegang tangan Cinta.
"Bukan urusan lo, yuk Ra." ujarnya ketus seraya menepis tangan Reza.
Reza masih tak mengerti dengan sikap Cinta yang dikiranya akan bolos. Namun ia bingung
melihat Cinta berjalan menuju bangku Aira.
"Ngapain lo duduk di situ, terus gue sama siapa?" cetus Reza
"Kan ada Aira." Cinta pun berjalan menuju tempat duduk Aira.
Reza hanya bisa pasrah melihat Aira yang duduk di sampingnya. Sejujurnya ia sangat tak
menginginkan jika harus duduk dengan Aira, namun karena Cinta yang minta ya sudah.
Waktu yang ditunggu-tunggu datang, bel pulang berbunyi. Ada sedikit kelegaan yang dirasakan
Reza, karena bisa terbebas dari Aira. Reza segera menuju parkiran dan mengambil motornya, lalu
melajukannya dengan santai. Di depan gerbang terlihat Cinta dan sahabat-sahabatnya sedang
berjalan sambil bercanda. Reza segera menghentikan motornya dan menawarkan kepada Cinta
untuk pulang bersama. Terlihat wajah Aira yang cemburu, namun dengan segera Cinta menolak
tawaran Reza karena tak enak dengan Aira.
"Kenapa lo tolak?" ketus Aira.
"Udah bagus gue tolak jadi lo gak usah cemburu, lo kira gue suka gitu jalan sama anak baru?"
Cinta melanjutkan jalannya disusul ke dua sahabatnya.
"Hehehe bagus deh. Gue kira lo suka sama dia."
"Mana mungkin gue suka sama gebetan sahabat gue."
"Apalagi gue." Ita yang sedari tadi diam pun angkat bicara.
"Nah gitu dong, SAHABAT?" Aira mengacungkan kelingkingnya, lalu disambut kelingking Cinta dan
Ita.
*****
Sudah 2 bulan Reza bersekolah dengan Cinta dan sahabat-sahabatnya, selama itu pula Cinta, Ita,
dan Aira mulai dekat dengan Reza. Bisa dibilang Cinta mulai menyukai Reza, namun semua ia
pendam karena tau bahwa Aira sudah menyukai Reza sejak dulu. Ditambah Ita yang juga mulai
menyukai Reza semenjak mereka pernah satu kelompok belajar. Semua membuat Cinta bingung
apakah dia harus bercerita atau memendamnya, dan Cinta pun memutuskan untuk memendam
rasanya, karena tak ingin persahabatan mereka hancur.
"Cin, menurut lo Reza suka gak sama gue?" tanya Ita saat mereka berada di taman sekolah,
kebetulan Aira tak ada di sana dan ia masih ada di kantin.
DEG!!!! Cinta kaget akan pertanyaan Ita, namun sebisa mungkin ia menjawabnya dengan tenang.
"Gue sih gak tau, tanya aja dari pada lo penasaran! Oh ya Aira udah tau kalau lo juga suka sama
Reza?"Cinta sedikit menurunkan volume suaranya.
"Ja,, jadi lo juga suka sama Reza?" tanya Aira yang tiba-tiba datang.
"Aira!" pekik Cinta dan Ita.
"See,, se,,, sejak kapan lll,,, lo di situ?" tanya Ita terbata-bata.
"Lo gak perlu tau sejak kapan gue ada disini, gue sudah tau dan denger semua, ngaku aja deh lo,
kalo lo suka sama Reza kan Ta? Waktu itu lo bilang gak akan suka sama gebetan sahabat lo, tapi
sekarang apa? Lo malah nusuk gue dari belakang! Dan lo Cinta, kenapa lo gak cerita kalo Ita
juga suka sama Reza hah? Sahabat macam apa kalian?" bentak Aira disertai air mata yang terus
mengalir dari kelopak matanya.
"Ra, ijinin gue buat jelasin semua, jangan salah paham dulu!" Cinta berusaha menenangkan Aira,
sedangkan Ita hanya bisa menunduk tak berani menatap ke dua sahabatnya.
"Salah paham apa lagi hah? Jelas-jelas lo berdua udah nusuk gue dari belakang, gue gak nyangka
sama lo berdua, sahabat yang gue percaya ternyata nusuk gue dari belakang!" ujar Aira seraya
berjalan meninggalkan Ita dan Cinta.
"Maafin gue, karena gue semua jadi kayak gini." ujar Ita lirih sambil berlalu meninggalkan Cinta.
*****
Kejadian di taman minggu lalu membuat persahabatan Cinta, Aira, dan Ita mulai retak, tak ada
candaan, tak ada tawa mereka seperti dulu. Jangankan untuk bercanda, menyapa saja mereka
sudah jarang. Cinta sangat merasa bersalah atas kejadian itu. Di satu sisi ia menginginkan
persahabatannya seperti dulu, namun di sisi lain ia juga tak bisa memungkiri perasaannya. Kali ini
ia mengajak ke dua sahabatnya ke taman sekolah. Di mana tempat itu yang menjadi saksi
retaknya persahabatan mereka. Meskipun awalnya Ita dan Aira menolak, namun karena terus
dipaksa mereka pun mengikuti langkah Cinta. HENING! itulah yang terjadi ketika mereka sampai
di taman itu.
"Sebenernya lo mau ngomong apa sih? To the point aja!" ujar Aira memecah keheningan.
"Mmmmm, gue mau jelasin sesuatu." ujar Cinta sambil menatap kedua sahabatnya.
"Sejujurnya gue juga suka sama Reza, tapi gue tau kalo kalian berdua juga suka sama dia.
Makanya gue diem dan gak mau persahabatan kita hancur hanya gara-gara cowok, apalagi
semenjak kejadian minggu lalu. Gue sadar kalo apa yang gue lakuin ini salah tapi gue juga gak
mau kalo kita diem-dieman terus. Dan gue udah bertekad buat lupain Reza, sekarang terserah
kalian mau nganggap gue kayak apa, yang pentig gue udah jelasin semuanya." jelas Cinta,
sedangkan Ita dan Aira masih menganga tak percaya dengan ucapan Cinta.
***
Keheningan kembali terjadi setelah Cinta menjelaskan semuanya. Tak ada yang protes, tak ada
yang angkat bicara hingga keadaan semakin hening. Namun tak lama ada seseorang yang
mengagetkan mereka. REZA, ya dialah orangnya.
"Mau ngapain lo?" ketus Aira dan Ita.
"Gue mau ngomong penting sama Cinta. Cin kita bisa ngomong bentarkan?" Reza menarik tangan
Cinta, namun Cinta masih berdiri mematung.
"Ngomong disini aja! Kalo nggak, gue gak bakal mau." ujar Cinta dingin.
Reza menghembuskan nafasnya lalu kembali menatap Cinta.
"Sejujurnya gue suka sama lo, awalnya gue ragu kalo lo bakal suka sama gue, tapi setelah denger
ucapan lo tadi gu,,," ujar Reza terpotong.
"Jangan bilang kalo dari tadi lo nguping pembicaraan gue sama sahabat gue?" ujar Cinta berusaha
menebak.
"Sebenernya dari tadi gue sudah ada disini dan gue juga denger semua pembicaraan lo. Jadi itu
membuat gue yakin kalo lo juga suka sama gue, gue harap lo mau jadi pacar gue!" ujar Reza
serius sambil menatap lekat mata Cinta.
Aira dan Ita hanya terperangah mendengar penuturan Reza, mereka melirik ke arah Cinta dan
menantikan jawaban dari Cinta.
"Awalnya gue emang benci sama lo, dan lama-lama gue suka sama lo. Tapi sory gue gak bisa
nerima lo, gue gak mau kalo persahabatan gue jadi tambah berantakan hanya gara-gara gue
menjalin hubungan sama lo. Gue harap lo bisa nerima keputusan gue!" ujar Cinta tegas dan
membuat kedua sahabatnya menganga tak percaya.
"Ok, kalo itu yang terbaik buat lo" Reza berlalu dari hadapan Cinta dan sahabatnya dengan
perasaan kecewa.
"Kenapa lo tolak?" tanya Ita tak percaya.
"Daripada ntar gue dicap penghianat dan gak sahabatan lagi cuma gara-gara cowok mending gue
tolak, toh masih banyak cowok diluar sana." jawab Cinta santai.
"Lo gak nyesel gitu? Dia kan cinta pertama lo, tapi,,," ujar Aira menggantung.
"Gak ada kata nyesel buat gue kalo semuanya demi sahabat-sahabat gue, kalo cowok masih bisa
dicari, tapi kalo sahabat? Kan belum tentu kita dapetin dengan mudah" ujar Cinta bijak.
"Kalo lo bisa nglupain dan ngerelain cinta pertama lo demi sahabat-sahabat lo ini, kenapa gue
nggak? Gue bakal lupain Reza dan nyari yang lain." timpal Aira.
"Gue juga." sambung Ita.
"Yeee, elo mah ikut-ikutan aja, jadi gimana?" Aira mengangkat kelingkingnya, Cinta dan Ita
berpandangan, detik kemudian mereka ikut menautkan kelingkingnya.
"SAHABAT......... SELAMANYA....!!!" ujar mereka bertiga di tengah taman.
*** END ***
Terkadang cinta emang bisa menghacurkan sebuah persahabatan, jadi mungkin itu yang terbaik.
Kira-kira kalo kamu suruh milih antara sahabat dan cinta, sobat pilih yang mana? Semoga Cerpen
Tentang Persahabatan dan Cinta diatas bisa jadi inspirasi dan bermanfaat. Salam cinta dan
persahabatan.
Wednesday, May 22, 2013
Cinta dan sahabat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment